Serang, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan Tim Tanggap Insiden Siber/Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Pemprov Banten yang kemudian biasa disebut BantenProv-CSIRT di Le Dian Hotel and Cottages, Serang, Banten, Senin (13/9/2021).

Peluncuran BantenProv-CSIRT tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN (Deputi III BSSN) Akhmad Toha dan Asisten Administrasi Umum Setda Banten Deni Hermawan. Dalam sambutan Akhmad Toha menyatakan mendukung dan mengapresiasi pembentukan BantenProv-CSIRT.

Dalam kesempatan tersebut Akmad Toha menyatakan selain bisa menunjang pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan manusia ruang siber juga menyimpan potensi ancaman.

“Selain menunjang kesejahteraan manusia, di dalam ruang siber juga terdapat potensi ancaman yang nyata, baik bersifat teknis maupun bersifat sosial. Hasil monitoring BSSN menyatakan pada periode Januari hingga Agustus 2021 tercatat lebih dari 888,7 juta anomaly traffic yang biasanya merupakan gejala serangan siber dengan kategori terbanyak malware, trojan activity, dan information gathering,” ungkap Deputi Toha.

“Menghadapi serangan tersebut negara hadir melalui pembentukan BSSN. Saat ini BSSN sedang membangun kekuatan siber Indonesia salah satunya dengan membentuk CSIRT di berbagai organisasi dan institusi pemerintah pusat maupun daerah sebagai salah satu pelaksana teknis keamanan siber di Indonesia,” lanjut Toha.

Toha kemudian menjelaskan CSIRT merupakan organisasi yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Pembentukan CSIRT juga sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Sementara itu Deni Hermawan menyampaikan rasa terima kasih kepada BSSN atas dukungan dalam pembentukan BantenProv-CSIRT.

Toha berharap melalui BantenProv-CSIRT, BSSN dan Pemprov Banten dapat terus melakukan kolaborasi, sinergi dan berbagi informasi utamanya terkait penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber sehingga Indonesia memiliki visibilitas yang menyeluruh atas aset siber dalam melakukan aksi tanggap yang lebih efektif dan efisien yang berujung pada berkurangnya waktu respons dan pemulihan insiden siber.

“Saya berharap secara khusus pembentukan CSIRT ini dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemerintah Provinsi Banten selain tentunya untuk membentuk ruang siber Indonesia yang aman dan kondusif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Toha menutup sambutan.

“Pada acara peluncuran BantenProv-CSIRT ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta secara khusus kepada BSSN yang telah memfasilitasi baik dalam pembentukan Tim BantenProv-CSIRT ini maupun pengembangan SDM CSIRT melalui berbagai program pelatihan dan kebijakan pembinaan,” ucap Deni Hermawan.

Deni Hermawan kemudian menyinggung tentang isu kebocoran data instansi pemerintah yang terjadi beberapa waktu yang lalu yang menimbulkan keresahan masyarakat, hal ini dikarenakan tidak adanya sistem keamanan sebagai antisipasi pada pengelolaan sistem data tersebut.

“Oleh karena itu, dengan terbentuknya BantenProv-CSIRT ini, diharapkan mampu menjaga kerahasiaan, integritas kerja, serta ketersediaan data dan informasi yang dikelola pemerintah,” ucap Deni.

Dengan adanya Tim Bantenprov-CSIRT berbagai layanan pemerintah berbasis elektronik dapat diakses dan digunakan dengan aman dan lancar, selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Elektronik SPBE.

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Banten mengoptimalisaskan layanan digital dalam rangka mengantispasi meningkatnya jumlah insiden serangan keamanan informasi di Banten khususnya pada website, portal elektronik dan aplikasi milik Pemerintah Provinsi Banten.

Acara peluncuran BantenProv-CSIRT tersebut dihadiri oleh perwakilan Diskominfo kab/kota di Provinsi Banten melalui sarana daring dan dihadiri oleh sejumlah pejabat BSSN dan pejabat Pemprov Banten antara lain, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia Giyanto A. Sularso, Koordinator Ahli Madya Sriyanto, Kadiskominfostasandi Banten Eneng Nurcahyati para pimpinan OPD beserta tamu undangan lainnya dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. (Yud)

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN