Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan super-app BeSign persembahan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) untuk semakin mempermudah pemangku kepentingan pemanfaatan Sertifikat Elektronik.

BeSign diluncurkan oleh Kepala BSSN Hinsa Siburian, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana dan Kepala BSrE Jonathan Gerhard Tarigan di The Westin Jakarta, Jakarta Selatan pada Selasa (23/11/2021).

Hinsa Siburian mengatakan untuk mewujudkan perlindungan, keamanan, dan kedaulatan siber nasional, BSSN melalui Balai Sertifikasi Elektronik berkomitmen meningkatkan kualitas layanan.

“Selain memberikan kemudahan untuk pengguna layanan BSrE dalam memanfaatkan Sertifikat Elektronik, saya berharap kehadiran aplikasi ini juga dapat mendorong terwujudnya sistem pemerintahan berbasis elektronik yang aman di Indonesia,” ujar Hinsa.

Hinsa menyatakan saat ini BSrE telah menjalin kerja sama pemanfaatan Sertifikat Elektronik dengan 376 institusi di Indonesia yang meliputi lembaga tinggi negara, kementerian dan instansi baik pusat dan daerah, pengadilan, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan perguruan tinggi.

“Berbagai sisi pemanfaatan Sertifikat Elektronik yang semula dikelola terpisah kini bisa dikelola dengan lebih mudah melalui produk karya kolaborasi anak bangsa di BSrE berupa aplikasi super yang berjalan pada platform mobile. Super-app BeSign ini diharapkan dapat menjadi aplikasi terdepan untuk mengelola Tanda Tangan Elektronik dan verifikasi dokumen tanpa terbatas pada ruang secara lebih efektif,” kata Hinsa.

Kepala BSrE Jonathan Gerhard Tarigan menyatakan hingga 2 November 2021 BSrE telah menerbitkan dengan lebih dari 180.000 Sertifikat Elektronik. 521 aplikasi/sistem elektronik 100 Instansi Pusat dan BUMN serta 276 Instansi Daerah dan Universitas telah terintegrasi dengan sistem BSrE.

“BeSign diharapkan menjadi super-app yang mengakomodir berbagai kebutuhan penggunaan Sertifikat Elektronik berbasis mobile berjalan bersama Aplikasi Manajemen Sertifikat, e-Sign Cloud, Panter, dan Simantaps dari melakukan penerbitan hingga penandatanganan dokumen. Aplikasi ini akan digunakan oleh lebih dari 4 juta ASN diseluruh Indonesia,” ujar Jonathan.

Jonathan menyatakan acara launching tersebut bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi baru dan pembaruan terhadap beberapa aplikasi lain persembahan BSrE. Pembuatan aplikasi super dan dan pembaruan aplikasi persembahan BSrE tersebut merupakan bentuk komitmen BSrE dalam meningkatkan layanan pemanfaatan Sertifikasi Elektronik agar bisa dilakukan lebih mudah dalam satu genggaman.

Dalam kesempatan tersebut Plt. Kepala BKN menyatakan untuk membangun super-app seperti BeSign ada banyak hal yang harus diperhatikan.

“Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memebangun super-app adalah sisi data security. Unsur tersebut merupakan hal utama dalam aplikasi yang sifatnya mengumpulkan data pribadi pengguna. Hal berikutnya adalah cultural context mengingat setiap instasi memiliki sifat atau natural yang khas dan berbeda dengan instansi lainnya,” jelas Bima.

Lebih lanjut Bima mengatakan masyarakat harus memahami Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan basah. Masyarakat juga perlu diedukasi tentang cara membedakan keaslian atau validitas Tanda Tangan Elektronik.

Masyarakat juga diundang untuk turut mengikuti kegiatan launching BeSign tersebut secara live melalui kanal youtube BSrE dan BSSN. Plt. Sekretaris Kementerian PAN RB Rini Widyantini, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BSSN serta kadis kominfo pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia turut mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN