Jakarta, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyampaian Laporan Profil Kerentanan dan Profil Risiko Infrastruktur Informasi Vital (IIV) ke-2 Tahun 2021 Sektor Transportasi Udara dalam acara peluncuran laporan pada 20-22 Oktober 2021 yang dibuka oleh Direktur Keamanan siber dan Sandi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Media, dan Transportasi BSSN Retno Artinah Suryandari di Jakarta, Kamis (21/10).

Retno menyatakan penggunaan teknologi informasi dan internet of things dalam sektor transportasi di masa ini seakan menjadi pedang bermata dua. Selain memberikan kontribusi meningkatkan proses bisnis dan kemajuan dalam memberikan layanan ke pelanggan teknologi informasi dan internet of things seakan menjadi sarana melakukan kejahatan siber.

“Menyikapi fenomena tersebut BSSN menjalin kerja sama dengan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub dalam bentuk pemberian asistensi dan pengamanan terhadap industri penerbangan di Indonesia,” ungkap Retno.

Retno menyebut salah satu satu bentuk kolaborasi yang berkelanjutan antara BSSN dan Dirjen Perhubungan Udara adalah menyelenggarakan rapat koordinasi rutin untuk mengevaluasi langkah perlindungan IIV sektor transportasi udara serta perencanaan program perlindungan pada periode berikutnya.

“Rapat koordinasi tahun 2021 ini menjadi forum berbagi informasi mengenai kegiatan pembinaan keamanan siber di sektor transportasi udara sekaligus wahana kita meng-update informasi tentang regulasi serta program risk awareness dan response yang telah diimplementasikan di sektor transportasi udara,” ungkap Retno.

Retno menyatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyamakan persepsi dan berbagi pengalaman serta strategi yang akan dilakukan di masa mendatang dalam rangka meningkatkan pembinaan serta pengawasan keamananan siber pada sektor transportasi udara.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan sehingga kolaborasi yang dapat berjalan efektif untuk mewujudkan cyber resilience pada penyelenggaraan IIV nasional,” ujar Retno.

Semoga melalui penyelenggaraan kegiatan ini akan lebih dapat meningkatkan upaya kolaborasi dan sinergitas antara BSSN dengan Dirjen Perhubungan Udara, sehingga kita mampu mewujudkan security mindednesssebagai budaya dalam mengelola keamanan siber untuk menghadapi risiko yang mungkin terjadi,” lanjut Retno.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan narasumber dan diskusi mengenai kolaborasi berkelanjutan antara BSSN, Kemenhub, dan pihak-pihak terkait di sektor transportasi udara. Beberapa narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya Inspektur Keamanan Penerbangan Rinaldi yang membawakan materi bertajuk “Update Kegiatan Pembinaan Keamanan Siber Sektor Transportasi Udara.” Inspektur Keamanan Penerbangan Ahmad Suyono membawakan materi berjudul “Update Regulasi dan Program Risk Awareness dan Response Sektor Transportasi Udara.”

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN