Palembang, BSSB.go.id – Pada era transformasi digital saat ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi faktor utama bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Seiring dengan meningkatnya penggunaan sistem informasi yang saling terkoneksi dalam proses bisnis dan operasional, maka peran teknologi hampir tidak bisa dipisahkan dalam bisnis proses dan operasional sebagai infrastruktur kritikal.

Konsekuensi logis dari kondisi ini menempatkan teknologi informasi menjadi pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan proses bisnis dan kemajuan dalam memberikan pelayanan ke masyarakat, teknologi informasi sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum di dunia maya atau yang sering kita kenal dengan kejahatan siber.

“Oleh sebab itu, perlindungan dari ancaman siber terhadap sektor infrastruktur informasi kritikal nasional merupakan hal yang wajib dan mutlak untuk dilakukan. Dikarenakan gangguan/serangan siber terhadap sektor ini dapat menyebabkan terganggunya keamanan, keselamatan, maupun rusaknya reputasi dan citra negara di mata publik maupun internasional,” kata Direktur IKPRIIKN BSSN, Intan Rahayu membuka Workshop Manajemen Risiko dan Cyber Security Maturity Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahun 2021, yang digelar oleh BSSN melalui Direktorat Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional BSSN  tanggal 9 -10 Juni 2021 di Palembang.

Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dan kapasitas PSE di sektor TIK terkait manajemen risiko, memberikan pemahaman kepada PSE sektor TIK dan membangun kapabilitasnya dalam menggunakan Cyber Security Maturity sebagai tools untuk menilai kondisi kematangan keamanan siber di lingkungannya, serta mendorong stakeholder sektor TIK dalam meningkatkan implementasi manajemen risiko dan meningkatkan implementasi cyber security.

Hal ini dinilai penting karena, jaringan telekomunikasi merupakan bagian penting dari infrastruktur informasi kritikal nasional. Dengan begitu penyelenggara jasa akses internet atau Internet Service Provider (ISP) menjadi garis terdepan pertahanan siber.

Menurut Intan, dengan berkembangnya ancaman siber, peran penyelenggara jasa interkoneksi internet dan penyelenggara jasa akses internet semakin penting dalam memberikan layanan keamanan kepada penggunanya. Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya preventif dalam pengelolaan keamanan siber pada industri ISP. Salah satunya adalah dengan menerapkan manajemen risiko keamanan siber dengan baik.

“Langkah ini perlu dilakukan agar para penyelenggara ISP mampu mengenali dan mengidentifikasi serta meminimalisir segala bentuk ancaman dan kerentanan siber yang mungkin dapat terjadi di masing-masing penyelenggara layanan ISP,” ujar Intan.

Selain dirasa sangat tepat, workshop ini juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat kematangan keamanan siber (cyber security maturity) di masing-masing stakeholder, khususnya bagi para penyelenggara ISP.

Selama kegiatan ini berlangsung, di hari pertama para peserta dibekali dengan pembahasan tentang Peran dari Manajemen Risiko Siber, Ancaman dan Kerentanan Siber di ISP yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan simulasi Pengisian Profiling Risiko. Sedangkan pada hari kedua peserta dibekali dengan beberapa pembahasan diantaranya Pembahasan Aspek Tata Kelola, Identifikasi, Deteksi, Respon, dan Proteksi yang dilanjutkan dengan diskusi, praktik dan simulasi Pengisian Cyber Security Maturity dan ditutup dengan kuis kahoot.

Workshop ini diikuti oleh peserta dari Pengurus APJII Perwakilan Sumatera Selatan dan 40 ISP dari berbagai daerah di Indonesia. Serta turut hadir juga Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza; sedangkan sebagai narasumber diantaranya Sandiman Ahli Madya pada Direktorat IKPRIIKN BSSN, Sigit Kurniawan yang membawakan materi Peran Manajemen Risiko Siber; Analis Identifikasi Kerentanan Siber pada Direktorat IKPRIIKN BSSN, R. Ahmad Imanullah Zakariya dengan materi Ancaman dan Kerentanan Siber di ISP; dan Pengolah Data Keamanan Siber dan Sandi pada Direktorat IKPRIIKN BSSN, Afifah yang membawakan materi terkait Cyber Security Maturity. (De/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Minimalisir Ancaman Siber BSSN Resmikan SumselProv-CSIRT

Palembang, BSSN.go.id - Menghadapi serangan yang berada di ruang siber, negara hadir melalui BSSN yang berperan aktif dalam upaya meningkatkan keamanan siber di Indonesia. BSSN terus berupaya memperbaiki kinerjanya dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang keamanan...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...