Penyelenggara pelayanan kesehatan menjadi salah satu industri yang paling terancam dengan semakin meningkatnya tren serangan siber. Menurut data dari IBM X-Force Threat Intelligence Index 20191, industri pelayanan kesehatan menjadi industri kedelapan paling ditargetkan dalam ancaman keamanan siber. Hal ini dikarenakan sektor kesehatan memiliki informasi yang dapat menjadi komoditas “komersial” bagi penyerang, diantaranya adalah informasi kesehatan maupun data pribadi pasien seperti data finansial, data wali pasien, dll. Oleh karena itu, implementasi sistem manajemen keamanan informasi sangat diperlukan pada sektor kesehatan.

Melihat arti pentingnya pengimplementasian sistem manajemen keamanan informasi untuk menunjang proses bisnis organisasi, maka perlu dibentuk suatu unit struktur organisasi yang secara konsisten melakukan pengelolaan terhadap sistem manajemen keamanan informasi di organisasi kesehatan. Dengan adanya unit pengelola sistem manajemen keamanan informasi, diharapkan dapat meningkatkan tidak hanya tata kelola keamanan informasi tetapi juga kesiapan organisasi dalam menghadapi setiap ancaman keamanan siber.

Sumber:

[1]. https://www.ibm.com/security/data-breach/threat-intelligence

 

Subdirektorat Proteksi IIKN II

Direktorat Proteksi IIKN, BSSN

Tour of Duty Pejabat di Lingkungan BSSN

Depok, BSSN.go.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia melakukan rotasi jabatan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di Aula Kantor BSSN, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/1/2020). Prosesi pelantikan tersebut...

Kepala BSSN Hadiri Perayaan Natal BSSN

Depok, BSSN.go.id - Rabu (15/1), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengadakan acara perayaan natal dengan tema "Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang" bertempat di gedung Aula BSSN, Sawangan. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa...

Kunjungan Studi SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung ke BSSN

Depok, BSSN.go.id – SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung melakukan kunjungan studi di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia pada Rabu, 15 Januari 2020. Rombongan berjumlah 70 orang dengan didampingi Ketua Kompetensi Keahlian TKJ, Dra. Martini, M.T....

Share This