Depok, BSSN.go.id – Wakil Kepala BSSN RI Dharma Pongrekun melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama dan fungsional di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia. Kegiatan pelantikan digelar secara hybrid (offline dan online) pada hari Kamis (1/4) di Aula Pusdiklat BSSN RI, Depok, Jawa Barat.

Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga hanya delapan orang yang dilantik secara langsung, sedangkan lainnya mengikuti pelantikan secara daring melalui ruang kelas di Pusdiklat BSSN RI dan ruang kerja masing-masing. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah Brigjen TNI Dominggus Pakel sebagai Kapusdatik dan Kol. CHB Ferdinand Mahulete sebagai Kapusopskamsinas.

Dalam pelantikan tersebut, Dharma berpesan kepada pejabat baru yang dilantik diharapkan dapat memperluas atau menambah pengetahuan dan pengalaman kerja, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja, serta untuk meningkatkan jenjang karir yang lebih tinggi. Jabatan baru harus dipahami sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui pelaksanaan tugas yang dilandasai dengan dedikasi, loyalitas, akuntabilitas, dan profesionalitas.

“Untuk itu, kita harus senantiasa meningkatkan peran, kapasitas dan mutu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” kata Dharma.

Ia menuturkan, pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki peran penting dan strategis dalam struktur organisasi pemerintah. Karena tugasnya yang menjembatani operasional kebijakan dan program pimpinan.

“Saudara harus mampu mencerna, mengolah dan merealisasikan kebijakan dan program yang telah ditetapkan dalam rangka menunjang tercapainya kinerja organisasi,” ujar Dharma.

Sedangkan kepada pejabat fungsional, Dharma mengatakan jabatan fungsional merupakan jabatan teknis yang memiliki kompetensi tertentu, baik secara keahlian maupun pendidikan, sehingga pejabat fungsional akan lebih fokus dalam melaksanakan tugas di masing-masing pekerjaan yang diemban.

“Ketika Saudara memantapkan diri untuk berkarir di jabatan fungsional, itu berarti Saudara telah siap menjadi pegawai yang profesional pada bidang masing-masing,” urai Dharma.

Di akhir sambutannya, Dharma berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar memulai tugas baru dengan penuh semangat dan fokus pada pencapaian program prioritas. Tentunya pelaksanaan tugas ini berlandaskan dengan teamwork yang solid dan profesional, serta mengedepankan koordinasi dengan unit kerja lainnya.

“Saya ucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik, Selamat bertugas, selama menjalankan amanah. Jagalah dan jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen yang tinggi, karena tugas yang Saudara emban bukan hanya menjadi tanggung jawab di dunia, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” ucap Dharma.

Bertindak sebagai saksi dalam  pelantikan tersebut Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia BSSN RI Maria Widyaningsih, dan Direktur Politeknik Siber dan Sandi Negara Nunil Pantjawati. (Rim/Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN

Area Diskusi dan Kerjasama BEC II

Forum BEC II dijadwalkan akan dibuka pada hari Rabu (10/5) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan dihadiri oleh Sekjen IORA K.V. Bhagirath. Selain itu, pejabat yang juga hadir dalam BEC II antara lain Dirjen Asia, Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri, Dubes Rachmat Budiman, serta menteri-menteri dari negara-negara anggota IORA dan mitra wicara IORA di Jakarta.

IORA merupakan organisasi internasional yang terdiri dari negara-negara di kawasan Samudera Hindia dan didirikan pada tahun 1997. Ada 21 negara anggota IORA, yakni Australia, Comorros, Indonesia, Somalia, Kenya, Malaysia, Mozambique, Singapura, Srilanka, Thailand, Yaman, Bangladesh, India, Seychelles, Iran, Madagascar, Mauritius, Oman, Afrika Selatan, Tanzania, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Mitra Wicara IORA antara lain China, Perancis, Jepang, Amerika Serikat, Mesir dan Jerman.

Area Diskusi dan Kerjasama BEC II

Forum BEC II dijadwalkan akan dibuka pada hari Rabu (10/5) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan dihadiri oleh Sekjen IORA K.V. Bhagirath. Selain itu, pejabat yang juga hadir dalam BEC II antara lain Dirjen Asia, Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri, Dubes Rachmat Budiman, serta menteri-menteri dari negara-negara anggota IORA dan mitra wicara IORA di Jakarta.

IORA merupakan organisasi internasional yang terdiri dari negara-negara di kawasan Samudera Hindia dan didirikan pada tahun 1997. Ada 21 negara anggota IORA, yakni Australia, Comorros, Indonesia, Somalia, Kenya, Malaysia, Mozambique, Singapura, Srilanka, Thailand, Yaman, Bangladesh, India, Seychelles, Iran, Madagascar, Mauritius, Oman, Afrika Selatan, Tanzania, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Mitra Wicara IORA antara lain China, Perancis, Jepang, Amerika Serikat, Mesir dan Jerman.

Area Diskusi dan Kerjasama BEC II

Biro Informasi dan Hukum Kemenko Kemaritiman dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

Infomed

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

NGOPI RB: SPBE Series#3 Diskusi Peran BSSN dalam SPBE

Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar lanjutan NGOPI RB Series, dimanapada Series ke-3 ini, para narasumber dan peserta banyak berdiskusi terkait strategi BSSN dalam menjalankan amanah SPBE. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BSSN Sawangan,...

Sudah Selektifkah Anda dalam Memilih Penyedia Jasa Internet?

Depok, BSSN.go,id - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat membuat internet menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan aktivitas keseharian kita. Secara bertahap kita mulai mendigitalisasi berbagai hal dalam kehidupan. Covid-19 yang...

Waspada Dampak Buruk Gadget pada Anak

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial saat ini. Padahal, potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah...

Tips Memulai Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Memulai sebuah bisnis bukanlah sebuah hal mudah, hal tersebut berlaku bagi siapapun, terutama para penyandang disabilitas yang cenderung memiliki mental breakdown lebih tinggi karena kondisi yang dialami. Semua orang pada dasarnya, tidak terpaku pada keterbatasan...